Anak Nakal? Hati-Hati Berbicara Pada Si Kecil

by
Hati-Hati Berbicara Pada Si Kecil
Hati-Hati Berbicara Pada Si Kecil

Hati-Hati Berbicara Pada Si Kecil – Parents, pernahkan anda dibuat kesal akan ulah si kecil. Khususnya balita yang suka melancarkan aksi tantrum. Hmm..Hmm.. terbayang rasa kesal kita terhadap si kecil ya. Terkadang pengennya marah. Tapi coba bayangkan setelahnya, betapa kecil dan tak berdaya badannya ketika si kecil menangis, mungkin ia cuma mencari perhatian kita, eh taunya malah kena marah. Isak tangisnya yang membuat kita tak tega dan merasa bersalah karena memarahi si kecil. Bayangkan itu semua sebelum kita memarahi si kecil.

Kata-kata yang kita keluarkan saat marah kadang malah tidak terkontrol, hendaknya sebagai orang tua dapat lebih Hati-Hati Berbicara Pada Si Kecil. Pernah merasa memberi cap negatif pada si kecil, misalnya “Dasar kamu anak nakal!” ?? atau “Awas kalau nakal tangannya mama pukul”, (hiks kejamnya mama). Kata-kata kasar itu sebenernya dapat melekat di otaknya. Kalau kita sebut dia nakal, amit-amit ya, ternyata itu akan men-cap dirinya nakal. Sehingga dia akan benar-benar nakal. Ucapan orang tua juga adalah doa. Apakah kita tega mendoakan si kecil agar menjadi anak yang nakal? amit-amit naudzubillah, jangan sampai ya.

Sebenarnya saat anak melancarkan tantrum, ia sendiri bingung menyalurkan amarah/emosinya kemana. Saat dia membangkang, mungkin sebenarnya dia sedang belajar berdiplomasi. Saat dia “keukeuh” (teguh) dengan keinginannya, itu adalah bentuk kepercayaan dirinya. Apakah kita tega menghentikan semua proses yang luar biasa itu dengan amarah dan kata-kata tidak seharusnya? Mungkin parents bisa mengarahkannya daripada memarahinya. Susah memang, butuh kesabaran ekstra. that’s why u are called a “Parent”.

Saat dia tantrum, alihkan perhatiannya, sehingga dia lupa dengan marahnya. Saat itu, kita mengajarinya untuk mengatur dan menyalurkan emosi. Saat dia “membangkang” dan berkata tidak, arahkan dia untuk bisa berdiskusi dan menerima pendapat kita dengan memberinya pilihan lain (yang sebenarnya itu-itu juga hehe), misalnya : “Yaudah, kalo ade ngga mau makan, mungkin belum lapar ya? setengah jam lagi kita makan ya”. Beri alasan yang masuk akal dan simpel dicerna anak (bukan membohongi, karena kalau gitu sama saja kita mengajari dia berbohong) misal “Kalo ade ngga makan, nanti ngga punya tenaga untuk main lagi, badannya lemes”. Beri dia pilihan lain untuk mengasah otaknya dan melatih rasa percaya dirinya. Misal : “Ade maunya makan sama apa? ikan atau ayam?” . repot memang, hehehe again and again, that’s why u are called a “Parent”.

Saat dia salah, benarkan dengan penuh kehangatan dan beri ia support. Hati-Hati Berbicara Pada Si Kecil , ucapkan selalu kata-kata yang bijak dan halus. Melalui diri sendiri, ajarkan bagaimana caranya mengontrol emosi.

About Author: siti mardhiyyah

Gravatar Image
seorang ibu yang hobi menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *